Tukcai
Betapa pilunya hati bila orang yang tersayang pergi buat selama-lamanya. Itulah yang dirasai oleh Tukcai. Kasih sayangnya terhadap Nekcai, kekal abadi walau tiada di depan mata. Biarpun kematian itu ketentuan ILAHI, kasih sayang itu tetap subur. Tapi perjuangan mesti diteruskan. Siapakah penggantinya jika nilai-nilai kemesraan membalut kamar rindu, mewangi katil tidur dan menyiram pohon kasih, tiba-tiba menjadi halimunan? Sayang... cinta yang panjang tak tercapai. Kasih tak lerai tapi tak tergapai. Rindu tak terubat, wangi tak terhidu. Bukan jauh tapi tiada. Segar dalam ingatan tapi jasad tak tersentuh. Kasih sayang bergelora, amuk badai kesetiaan tak berhujung. Tapi Nekcai tetap pergi meninggalkan segala-galanya secara fana. Tukcai pasrah... pemergian Nekcai bukan untuk diratapi selama-lamanya. Namun, siapakah yang dapat mengubati gelodak jiwa dan sengsara di hati? Anak-anak? Atau siapa?
Purchase Options
Items can only be read inside the Booku app.
Detail
No published reviews yet.

